LUTIM. SIGNALPENDIDIKAN. COM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu Timur resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Indonesia Timur (UIT) untuk mendorong peningkatan kualifikasi akademik ribuan guru di daerah tersebut ke jenjang Strata 1 (S1) dan Strata 2 (S2).
Penandatanganan yang dilakukan pada Senin (7/4/2026) di SMA Wasuponda menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan dari akar rumput.
Kegiatan yang dihadiri oleh pengurus daerah dan cabang PGRI Luwu Timur serta ratusan tenaga pendidik dari berbagai jenjang sekolah berlangsung dalam suasana yang penuh semangat, dengan harapan kolaborasi ini akan mengubah wajah pendidikan di Luwu Timur.
“Ini adalah peluang emas bagi para guru di Luwu Timur. Mereka kini bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 maupun S2 dengan proses yang lebih mudah, biaya yang terjangkau, dan tidak mengganggu tugas mengajar mereka,” tegas Ketua PGRI Luwu Timur, H. Sunarto, S.Pd., M.Si.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualifikasi guru bukan hanya tuntutan standar nasional, tetapi juga kunci utama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mencetak generasi yang lebih kompeten.
Perwakilan UIT dari Tim Promosi dan Pengenalan Kampus, Muhammad Amir, SKM, M.Kes, menjelaskan bahwa pihak kampus telah menyiapkan sistem perkuliahan yang disesuaikan dengan kondisi guru.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan program kuliah fleksibel – baik secara tatap muka yang diatur sesuai jadwal mengajar, maupun kombinasi dengan pembelajaran daring. Semua ini untuk memastikan guru bisa fokus belajar sekaligus menjalankan tugasnya di sekolah,” ungkapnya.
Melalui kerja sama ini, PGRI Luwu Timur dan UIT berharap dapat mencatatkan capaian signifikan dalam beberapa tahun ke depan, dimana sebagian besar guru di daerah ini akan memiliki kualifikasi akademik sesuai atau bahkan melampaui standar yang ditetapkan pemerintah.
“Kami sangat optimis kolaborasi ini akan membawa dampak positif yang nyata bagi kemajuan pendidikan di Luwu Timur, sekaligus mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional,” pungkas H. Sunarto. Lap PGRI








