Kancil yang Jago “Bikin Kesalahan”

Pendidikan Juara

LUTIM. Signalpendidikan. Com – Di sebuah hutan yang rimbun dan penuh dengan teman-teman hewan yang seru, tinggal si Kancil yang terkenal pandai dan suka bikin candaan. Tapi tahukah kamu? Kali ini si Kancil justru jadi “ahli” bikin kesalahan!

Suatu pagi, si Kancil bangun dengan semangat tinggi. “Hari ini aku akan membuat makanan paling enak di hutan!” teriaknya dengan senyum lebar. Dia ingat cerita tentang kakek Kera yang membuat bubur yang sangat lezat dengan menambahkan “biji ajaib” yang berwarna merah cerah.

Tanpa berpikir panjang, si Kancil langsung mencari biji berwarna merah. Dia menemukan semak yang penuh dengan buah merah kecil di dekat sungai. “Ini pasti biji ajaibnya!” ucap si Kancil sambil mengambil banyak sekali. Dia lalu memasaknya dengan air sungai dan menambahkan daun-daun yang dia anggap “pas”.

Setelah buburnya matang, si Kancil mengajak semua teman hewan datang mencicipi. Si Badak datang dengan cepat, si Rusa membawa piring kayu, dan si Kura-Kura bahkan berjalan lebih cepat dari biasanya!

“Silakan dinikmati!” ucap si Kancil dengan bangga.

Si Badak adalah yang pertama mencicipi. Dia segera membuat wajah aneh seperti sedang makan asam banget! “Wah Kancil… ini rasanya kayak buah leri yang terlalu matang ya?” katanya pelan-pelan.

Si Rusa yang mencicipi selanjutnya langsung menjerit kecil, “Kancil, kamu beneran nambahin daun semak yang bikin gatal-gatal ini?”

Si Kancil kaget banget dan segera mencicipi buburnya sendiri. “Aduh rasanya beneran aneh banget!” teriaknya sambil mengernyit dahi. Dia lalu menyadari bahwa dia salah mengambil buah dan daunnya – bukan yang dimaksud kakek Kera!

Tapi si Kancil tidak sedih atau marah. Malahan dia tertawa terbahak-bahak. “Waduh, aku beneran bikin kesalahan besar nih! Aku cuma liat warna merah aja langsung bilang ini biji ajaib. Padahal belum nanya sama siapa-siapa!”

Teman-teman hewan juga ikut tertawa. Si Kera lalu datang dan bilang, “Tenang aja Kancil. Kesalahan itu bukan hal buruk kalau kita mau belajar darinya. Kamu tahu nggak? Biji ajaib yang kuhitungkan itu sebenarnya biji pepaya merah yang sudah dicuci bersih, dan daunnya adalah daun kemangi yang segar!”

Dengan bantuan semua teman, si Kancil membuat bubur lagi dengan cara yang benar. Kali ini buburnya rasanya sangat lezat dan semua orang senang makan bareng. Si Kancil lalu bilang sambil tertawa, “Sekarang aku tahu nih, sebelum bikin sesuatu yang baru, harusnya kita nanya dulu sama yang lebih tahu. Kalau nggak bisa jadi bubur jadi makanan ‘penyegarkan’ yang bikin wajah jadi seperti si Badak tadi!”

Dari hari itu, si Kancil tetap pandai dan lucu, tapi sekarang dia lebih bijak – dia tahu bahwa membuat kesalahan adalah bagian dari belajar, asalkan kita mau memperbaiki dan tidak mengulanginya lagi!. Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *