Terinspirasi Menteri Pendidikan, Kepsek SMKN 2 Lutim Ciptakan Lagu “Rukun Sama Teman”

Pendidikan Juara

Rayakan Keberagaman, Tolak Diskriminasi

LUTIM. Signalpendidikan. Com – Semangat persatuan dan kesatuan dalam keberagaman terus digelorakan di kalangan pelajar.

Terinspirasi dari karya Menteri Pendidikan, Sunarto, Kepala sekolah SMKN 2 Luwu Timur menciptakan sebuah lagu berjudul “Rukun Sama Teman.” Lagu ini mengekspresikan perasaan tentang pentingnya kerukunan dan toleransi di tengah lingkungan sekolah yang majemuk.

SMKN 2 Lutim dikenal sebagai sekolah dengan guru yang berasal dari berbagai suku, ras, dan budaya. Kondisi ini menjadi inspirasi bagi Sunarto untuk menciptakan lagu yang mengajak seluruh para guru siswa siswi untuk saling menghargai dan menghormati perbedaan.

Berikut adalah lirik lagu “Rukun Sama Teman”:

“Rukun sama teman, kita tercipta berbeda
Bukan alasan saling menghina bukan alasan saling menjauh

Warna yang beragam membuat hidup lebih cerah

Kau dan aku saling menjaga di langkah yang sama

Rukun sama teman itu tujuan
Melangkah bersama hati tenang
Ras berbeda suku beragam jadi lukisan penuh makna

Hidup rukun hidup damai mengharap ridho illahi

Rukun sama teman itu jalan
Menuju hidup aman nyaman

Saling menghargai saling menghormati bicara

Dengan cerita yang berbeda tanpa emosi menyala

Kemajemukan ini suasana yang haqiqi
Saat tersenyum padaku akupun merasa satu”

“Lagu ini mengandung pesan yang kuat tentang pentingnya menjaga kerukunan antar teman, meskipun berbeda suku, ras, dan budaya,”ujar Sunarto, Senin 26 Januari 2026.

Menurutnya, Perbedaan seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling menghina atau menjauh, tetapi justru menjadi warna yang membuat hidup lebih cerah.

“Lagu ini juga mengajak untuk saling menghargai, menghormati, dan hidup rukun dalam keberagaman,” katanya.

Inisiatif Sunarto SMKN 2 Lutim ini patut diapresiasi sebagai contoh positif bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia.

“Semoga lagu “Rukun Sama Teman” dapat menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya. Lap PGRI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *